Kisah Hidup Pendiri Vans Paul Van Doren

Kisah Hidup Pendiri Vans

Kisah Hidup Pendiri Vans – Dilansir dari La Times, Paul lahir pada 12 Juni 1930 di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Dia adalah anak laki-laki dari pasangan Rena dan Johnson Van Doren. Ayahnya penemu dan ibunya penjahit.

Van Doren putus sekolah pada usia 14 tahun, ketika dia duduk di kelas 2 SMP. Ibunya lalu mendesak agar dia bekerja di pabrik sepatu. Di usia 16 tahun, Paul bekerja di pabrik sepatu lokal. Pekerjaan tersebut yang menjadi awalan dari kariernya di industri sneakers.

Pada tahun 1966, bersama dengan saudaranya, James Van Doren, dan teman mereka Gordon, Ryan Emmert, dan Serge D’Elia, Paul membuka bisnis sepatu Van Doren Rubber Go.

Saat itu mereka membangun kerajaan sepatu sneakers bermotif kotak-kotak, yang memanfaatkan kekuatan budaya skateboarding. Mere pada saat itu menawarkan sepatu dengan harga mulai dari USD 2-USD 5 atau sekitar Rp 28 ribu-Rp 70 ribu, ketika pertama kali buka.

Ketika setengah dari 10 toko awal yang sudah didirikan tidak menghasilkan keuntungan, mereka disarankan oleh akuntan untuk menutupnya. Namun Paul justru melakukan hal sebaliknya dan membuka lebih banyak toko. Pikirnya Paul saat itu adalah semakin banyak sepatu yang dibuat, akan semakin turun biaya yang dibutuhkan untuk membuatnya, dan toko bisa tetap bertahan.

Ternyata cara tersebut membuahkan hasil. Vans punya sekitar 70 toko di California pada tahun 1970-an.

Baca juga: Cara Membedakan Sepatu Vans Asli atau Palsu

Inilah yang membuatnya dikenal tidak hanya sebagai pengusaha, melainkan juga inovator. Popularitas Vans melonjak setelah dirilis film Fast Time at Ridgemont High, yang menampilkan aktor Sean Penn mengenakan sneakers slip-on bermotif papan catur klasik.

VF Corp Lalu membeli Vans pada tahun 2004 dalam kesepakatan senilai USD 396 juta. Pendapatan dari Vans pun meningkat menjadi lebih dari USD 2 miliar per tahun.

Soal kehidupan pribadinya, Paul memiliki lima anak, yaitu Paul Jr., Steve, Cheryl, Taffy, dan Janie. Steve menjadi wakil presiden acara dan promosi, sementara Cheryl menjabat sebagai wakil presiden sumber daya manusia di Vans.

Cucunya, Kristy Van Doren dan Jenny Battiest, juga ikut menjadi bagian dari bisnis keluarga ini. Krysti menjabat sebagai direktur senior pemasaran Vans untuk Amerika Utara dan Jenny menjadi manager merchandising untuk Amerika.

Itu dia sedikit penjelasan terkait dengan Kisah Hidup Pendiri Vans brand sepatu yang hingga saat ini menjadi pilihan banyak anak muda. Semoga kamu yang sedang mencari informasinya terbantu setelah membaca artikel yang ada di atas.

Tertarik ingin produksi sepatu sneakers dengan desain yang mirip dengan sepatu Vans? Pabrik Sepatu Tangerang siap menjadi partner kamu, dan memproduksi sepatu dalam jumlah besar. Konsultasikan kebutuhan pembuatan sepatu Anda kepada kami, konsultasi gratis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Konsultasi Pemesanan